Antara perlindungan Seorang Sahabat dan Iman

Manakala melihat pemeluk islam di Makkah semakin bertambah, kaum musyrik Makkah pun semakin meningkatkan penindasan dan kekejaman mereka terhadap Kaum Muslim. Karena itu, Abu Bakar Al-Shiddiq pun mengambil keputusan untuk meninggalkan kota kelahirannya yang sangat dicintainyaitu, dengan tujuan ke Habasyah (Ethiopia). Namun ketika dia tiba di suatu tempat Bark Al-Ghimad, dia bertemu dengan Ibn Al-Daghinah, seorang kepala suku Qarah. Kepala suku yang mengenal dekat tamunya itupun menanyainya, “Wahai Abu bakar! Engkau hendak pergi kemana ?”

“Sahabatku,” Jawab ayahanda Aisyah, istri tercinta Rasulullah SAW ini dengan ramah dan santun. ” Kaumku mengusirku dari negeriku. Karena itu, aku ingin mengelilingi dunia dan menyembah Tuhanku!”

“Abu Bakar! Orang sebaik engkau ini tak selayaknya pergi meninggalkan kaumnya. Sebaliknya, kaumnya juga tidak selayaknya mengusirmu. Ini karena engkau sering menolong orang miskin, memelihara silahturahmi, membantu orang cacat, menyediakan makanan dan perlindungan bagi para tamu, dan meolong orang yang sedang dalam kesulitan. Aku akan menjadi pelindungmu. Karena itu, kembalilah engkau ke Makkah dan sembahlah Tuhanmu di negerimu sendiri.

Mendapat saran yang demikian itu, Abu Bakar Al-Shiddiq pun balik ke Makkah bersama Ibn Al-Daghinah. Setiba di kota suci itu, Ibn Al-Daghinah lantas menemui para tokoh kaum musyrik Quraisy. Selepas mendengar alasan yang dikemukakan Ibn Al-Daghinah, mereka akhirnya dapat menerima jaminan perlindungan yang diberikan kepala suku Qarah itu dan memberi tahu Abu Bakar dia aman. Ucap mereka selanjutnya kepada Ibn Al-Daghinah, “Sarankan Abu Bakar agar menyembah Tuhannya di rumahnya saja. Silakan dia sholat dan membaca apa yang dia kehendaki. Tapi, janganlah sekali-kali dia mengganggu kami dan melakukan hal itu secara terang-terangan. Kami khawatir anak-anak dan perempuan-perempuan kami mengikutinya!”

Ibn Al-Daghinah pun memberi tahu Abu Bakarperihal permintaan Kaum Quraisy itu. Karena itu, dia menyembah Tuhannya di rumah dan tidak melaksanakan sholat dan membaca Al-Qur’an kecuali di rumahnya sendiri. Belakangan ini dia mempunyai gagasan untuk mendirikan tempat sholat di halaman rumahnya. Dia pun melaksanakan gagasan itu serta mulai melaksanakan sholat dan membaca Al-Qur’an terang-terangan di sana. Kaum perempuan dananak-anak musyrik Makkah pun mulai berhimpun di sekitarnya dan mendatanginya dengan perasaan kagum. Apalagi dia seorang berperasaan halus dan tak dapat menahan tangisan ketika membaca Al-Qur’an.

Melihat hal itu, Kaum Musyrik Makkah pun khawatir. Mereka akhirnya memanggil Ibn Al-Daghinah dan berkata kepadanya, ” Ibn Al -Daghinah! Kami telah memberikan perlindungan kepada Abu Bakar, dengan syarat dia menyembah tuhannya di rumahnya sendiri. Tapi, ternyata dia melanggar syarat itu. Dia mendirikan tempat sholat di halaman rumahnya serta melaksanakan sholat dan membaca Al-Qur’an secara terang-terangan. Kami Khawatir, dia  akan menarik perhatian kaum perempuan dan anak keturunan kami. Karena itu, pergilah kepadanya dan beri tahulah dia bahwa jika ia tetap menyembah Tuhannya, hendaklah dia menyembah Tuhannya hanya dirumahnya sendiri. Jika ia tidak ingin demikian, beritahulah dia agar mengembalikannya kepadamu jaminan perlindungan yang engkau berikan kepadanya. Kami tidak ingin menghianatimu dengan melanggar jaminanmu itu. Tapi, kami juga tidak ingin Abu Bakar menyembah Tuhannya secara terang-terangan.

Ibn Al-Daghinah pun mendatangi Abu Bakar. Kemudian ucapnya kepada Abu Bakar,”Wahai Abu Bakar! engkau tahu jaminan perlindungan yang aku berikan kepadamu. Karena itu, hendaknya engkau patuhilah syarat itu. Atau kembalikanlah jaminan perlindunganku. Ini karena aku tidak ingin mendengar orang-orang Arab mengatakan bahwa Ibn Al-Daghinah memberikan perlindungan kepada seseorang, tapi kaumnya tidak menghormatinya!”

“Ibn Al-Daghinah,” Jawab tokoh yang paling dekat dan paling banyak mengetahui seluk-beluk suku Quraisy yang baik maupun yang jahat. “Kukembalikan jaminan perlindunganmu kepadaku ini. Aku kini puas dengan jaminan perlindungan dari Allah!”

Sumber: Ahmad Rofi Usmani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s