Jihad Melawan Setan Bagian Terakhir

Dan Allah memerintahkan agar (manusia) berlindung kepada-Nya dari syetan jin, karena mereka tidak menerima suap dan perbuatan kebaikan tidak akan mempengaruhinya, karena dia mempunyai tabi’at yang jahat, dan tidak akan mencegahnya darimu kecuali Yang telah Menciptakannya. [Tafsir Ibnu Katsir, 1/14, penerbit: Darul Jiil, Beirut, tanpa tahun]

Memohon perlindungan ini dilakukan secara umum pada setiap waktu, pada setiap diganggu oleh syetan, dan juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Allah ‘Azza wa Jalla Berfirman :

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah (membaca A’udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim). Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ” [al-A’raf/7 : 200]

Adapun waktu-waktu tertentu yang dituntunkan untuk beristi’adzah antara lain yaitu saat diganggu oleh syetan; adanya bisikan jahat; gangguan dalam sholat; saat marah; mimpi buruk; akan membaca Al-Qur’an; akan memasuki masjid; akan masuk tempat buangan hajat; saat mendengar lolongan anjing dan ringkikan keledai; ketika akan berjima’; waktu pagi dan petang; isti’adzah untuk anak-anak dan keluarga; ketika singgah di suatu tempat; ketika akan tidur; dan lain-lain. Perincian dalil-dalil ini semua terdapat di dalam hadist-hadist shahih.

  • Membaca Al-Qur’an

Sesungguhnya syetan akan lari menjauh dengan sebab bacaan Al-Qur’an, sebagaimana dalam hadist sebagai  berikut:

“Dari AbuHurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kamu menjadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” [HR. Muslim, no: 780]

Syetan telah membukakan salah satu rahasianya ini kepada Abu Hurairah, yang hal itu dibenarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syetan mengatakan: “Jika engkau menempati tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi (Allohu laa ilaaha illa huwal hayyul wayyuum) sampai engkau menyelesaikan ayat tersebut, maka sesungguhnya akan selalu ada padamu seorang penjaga dari Allah , dan syetan tidak akan mendekatimu sampai engkau masuk waktu pagi.” [HR. Bukhari]

  • Memperbanyak Dzikrullah

Dzikrullah adalah benteng yang sangat kokoh untuk melindungi diri dari gangguan syetan. Hal ini diketahui dari pemberitaan Allah Subhanallah wa Ta’ala lewat para Rasul-Nya, antara lain lewat lisan Nabi Yahya ‘alaihissallam, sebagaimana hadist di bawah ini:

Dari Al-Harits Al-Asy’ari, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakaria dengan lima kalimat, agar beliau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil agar mereka mengamalkannya (diantaranya)…””Aku perintahkan kamu untuk dzikrullah (mengingat/menyebut Allah). Sesungguhnya perumpamaan itu seperti perumpamaan seorang laki-laki yang dikerjar oleh musuhnya dengan cepat, sehingga apabila dia telah mendatangi benteng yang kokoh, kemudian dia telah menyelamatkan dirinya dari mereka (dengan berlindung di dalam benteng tersebut). Demikianlah seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari syetan kecuali dengan dzikrullah.” [HR. Ahmad]

Maka jika Anda ingin selamat dari tipu daya dan gangguan syetan, hendaklah selalu membasahi lisan Anda dengan dzikrullah disertai konsentrasi dengan hati.

  • Mengetahui Tipu Daya Syetan Sehingga Mewaspadainya

Syetan itu sangat berantusias menyesatkan manusia, ia habiskan segala waktunya dan segala kemampuannya dikerahkan untuk menyesatkan manusia. Allah ‘Azza wa Jalla memperingatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari musuh bebuyutan tersebut dengan firman-Nya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [an-Nuur/24 : 21]

Salah satu cara menghindari tipu daya syetan yaitu mengetahui dan membongkar tipu daya itu sehingga dapat dihindari. Karena orang yang tidak mengetahui keburukan, dia akan mudah terjerumus dalam keburukan tersebut tanpa disadari.

  • Taubat dan Istighfar

Selama masih hidup, manusia senantiasa perlu bertaubat  dan beristighfar kepada Allah’Azza wa Jalla, diriwayatkan dalam sebuah hadist:

Dari Abu Said Al-Khudri, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iblis berkata kepada Rabbnya: “Demi kemuliaan dan keagungan-Mu, aku senantiasa menyesatkan anak-anak Adam selama ruh masih ada pada mereka.” Maka Allah berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa akan mengampuni mereka selama mereka mohon ampun kepada-Ku.” [HR. Ahmad]

Inilah sedikit keterangan tentang syetan dan tipu dayanya, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Segala kebenaran itu datangnya dari Allah ‘Azza wa Jalla. Dan segala kesalahan itu datanya dari saya, saya memohon maaf.

Sumber: Buletin Jum’at

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s