Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang, sekilas ketika kita mendengar nama itu yang terlintas tentunya adalah letak dari universitas, yaitu di Malang Jawa Timur. UMM juga dikenal dengan sebutan kampus putih, jas merah, dll. UMM ini sekarang mempunyai 3 lokasi yang digunakan sebagai tempat perkuliahan. Kampus 1 terletak di Jalan Bandung. Kampus ini sekarang digunakan sebagai tempat Pasca Sarjana. Kampus 2 terletak di Jalan Bendungan Sutami. Kampus ini sekarang digunakan sebagai tempat perkuliahan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Sedangkan Kampus 3 terletak di Jalan Raya Tlogomas. Kampus ini sekarang digunakan sebagai tempat perkuliahan Fakultas yang lain serta tempat bangunan-bangunan penting di UMM. Continue reading

Kota Bontang

logo pemkot bontang

Saya lahir dan besar di Kota Bontang. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang kota saya ini. Dikarenakan orang-orang yang bertempat tinggal di Kota Bontang ini mayoritas adalah pendatang dari luar pulan borneo (bisa disebut transmigran). Jadi, untuk soal kebudayaan saya masih belum menemukan secara pasti bahwa Kota Bontang mempunyai kebudayaan. Yang biasanya mengadakan perayaan orang Kutai. Continue reading

Temukan Cinta Anda

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun menjadi menggembirakan. Bila anda tidak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda. Maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini memdorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi. Bila Anda juga tidak bisa melakukannya, cintailah setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun, bila anda tidak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja. Continue reading

Perasaan Cinta yang Teruji

Rasulullah SAW hari itu sedang menjadi imam sholat isya di Masjid Nabawi, Madinah. Masjid yang satu ini, seperti diketahui besar jasanya sebagai tempat pertemuan beliau dengan sahabatnya untuk membahas berbagai hal dan memberi pengarahan kepada mereka di Masjid Nabawi. Masjid ini mulai dibangun Rasulullah SAW beberapa lama selepas kehijrahan beliau ke kota tersebut. Pembangunan Masjid itu tersebut tidak berlangsung lama, sekitar dua bulan dan usai pada tahun pertama hijrah / 622 M. Masjid itu sendiri bukanlah masjid yang pertama kali beliau dirikan. Sebelumnya telah berdiri Masjid di Quba yang didirikan Sa’ad bin Khaitsumah atas pendapat dan rancangan Rasulullah SAW. Pembangunan Masjid di Quba  usai dan menjadi tempat sholat tidak lama selepas beliau pindah dari Quba ke perumahan Bani ‘Adiy bin Al-Najjar di tengah-tengah Kota Madinah. Continue reading

Garam dan Telaga

       Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

           Tanpa membuang waktu. orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. ” Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..” Ujar Pak Tua itu.

           “Pahit.. Pahit.. Pahit sekali,” Jawab sang tamu. sambil meludah ke samping

         Pak Tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

            Pak tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang air seperti mengaduk-aduk sehingga tercipta riak air yang mengusik ketenangan telaga itu. ” Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah.” Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak tua berkata lagi, ” Bagaimana rasanya.” Continue reading